Sunday, October 25, 2009

Sikap Dasar Silat Perisai Diri


Berikut ini ilustrasi sikap dasar Silat Perisai Diri, diajarkan pada semua tingkatan Silat Perisai Diri.

Minangkabau

Minangkabau merupakan suku dan budaya di wilayah Sumatera Barat yang terkenal dengan legenda silatnya atau di daerah sana disebut 'silek'. Silat Minang terkenal dengan teknik kunciannya dan banyak menggunakan kuda-kuda atau posisi kaki merendah. Teknik ini sangat bagus untuk melatih kekuatan otot kaki dan kemantapan kuda-kuda. Apabila didalami, dalam Teknik Minang banyak terdapat teknik patahan dan kuncian yang bisa menghancurkan persendian lawan.
Teknik Minangkabau didalami oleh pesilat Perisai Diri yang telah menduduki tingkat minimal Calon Keluarga, yaitu setelah melewati tingkat Dasar I (minimal 6 bulan) dan Dasar II (minimal 6 bulan). Pada tingkat ini juga diajarkan teknik dasar tangan kosong lawan pisau dan pisau lawan pisau.

Burung Mliwis

Burung Mliwis adalah jenis burung yang mirip dengan bangau. Mereka menggunakan paruh untuk menangkap mangsanya, bergerak dengan cepat dan terkadang mengangkat salah satu kakinya saat berdiri. Sifat tersebut kemudian diadaptasikan terhadap anatomi tubuh manusia. Teknik Mliwis menggunakan ujung-ujung jari sebagai perlengkapan yang digunakan untuk menyerang lawan. Terkadang, teknik ini juga menggunakan pergelangan tangan dalam melumpuhkan lawan.
Serangan lebih mengarah ke bagian lemah. Sasaran yang dipilih umumnya adalah bagian lemah dari lawan seperti mata, leher dan dagu. Teknik ini juga bisa diaplikasikan untuk penggunaan senjata celurit. Sebagai pelindung, teknik Mliwis terkadang mengangkat salah satu lututnya untuk memerisai dirinya dari serangan lawan. Teknik mliwis bergerak dengan cepat, ringan dan luwes, baik saat menghindar ataupun saat menyerang. Salah satu target yang diberikan dari latihan teknik ini adalah kelincahan dan keseimbangan seorang pesilat dalam bergerak.
Teknik Burung Mliwis didalami oleh pesilat Perisai Diri yang telah menduduki tingkat minimal Keluarga Strip Putih. Pada tingkat ini juga diajarkan teknik dasar tangan kosong melawan pedang satu, pedang satu lawan pedang satu dan Solospel pisau.
Burung Kuntul

Setelah seorang pesilat mempelajari teknik Burung Mliwis, mereka akan mempelajari teknik Burung Kuntul sebagai Teknik Asli di tingkat selanjutnya. Burung Kuntul adalah sejenis burung yang banyak dijumpai di sawah atau perkebunan. Mereka bergerak lebih cepat dari burung Mliwis dan terkadang menggunakan kakinya untuk menyerang mangsanya. Dibandingkan dengan teknik Mliwis, teknik Kuntul lebih cepat dan tegas dalam bergerak. Serangan yang dikeluarkan lebih berupa 'pecutan' dibandingkan 'pukulan'.
Menggunakan lekukan jari dalam menyerang. Tenaga yang digunakan bergerak sangat cepat dimulai dari titik awal tenaga, melontar menuju bagian badan yang digunakan untuk menyerang. Target sasaran masih merupakan daerah lemah lawan, yakni mata. Dalam melakukan serangan kaki, teknik ini selalu merusak lutut lawan dengan telapak kakinya.
Teknik Burung Kuntul didalami oleh pesilat Perisai Diri yang telah menduduki tingkat minimal Keluarga Strip Putih Hijau. Pada tingkat ini juga diajarkan teknik dasar pedang dua lawan toya dan Solospel pisau.
Burung Garuda

Garuda dilambangkan sebagai raja dari segala jenis burung. Mereka memiliki kekuatan, kecepatan yang seimbang dengan tenaganya dan instinct berburu yang tinggi terhadap mangsanya. Teknik Garuda memiliki perlengkapan yang lebih dibandingkan Kuntul dan Mliwis. Fungsi sayap (yang diadaptasikan ke bentuk tangan dengan jari-jari terbuka lebar), digunakan untuk menyerang lawan ke bagian leher, pelipis dan sendi tubuh.
Serangan lebih mengarah ke bagian lemah. Dalam jarak yang sangat dekat, teknik ini menggunakan sikunya sebagai senjata untuk menyerang ke arah kepala, dagu dan ulu hati. Serangan kaki yang dilakukan oleh teknik ini, lebih mengarah ke kemaluan lawan, apabila lawan berada dalam jarak yang rapat. Untuk melindungi dirinya, teknik ini dapat menolak serangan lawan yang bisa mengakibatkan rusaknya persendian lawan. Tenaga yang digunakan oleh teknik Garuda lebih besar karena teknik ini mulai memanfaatkan tenaga dari badan. Serangan tangan yang dikeluarkan bersifat 'mengiris', sehingga dapat dengan mudah beradaptasi dengan senjata pedang atau golok.
Teknik Burung Garuda didalami oleh pesilat Perisai Diri yang telah menduduki tingkat minimal Keluarga Strip Hijau. Pada tingkat ini juga diajarkan teknik dasar toya lawan toya, Serang Hindar tangan kosong lawan pisau dan Solospel pedang satu.
Harimau

Harimau selalu mengamati mangsanya dengan seksama. Apabila sudah menentukan mangsanya, maka harimau akan melakukan perhitungan yang sangat matang untuk memburu mangsa tersebut dengan cepat, tenaga penuh dan buas. Teknik Harimau adalah teknik yang penuh dengan tenaga. Apabila teknik Garuda dikatakan 'mulai' menggunakan tenaga badan, maka teknik Harimau dapat dikatakan sepenuhnya menggunakan tenaga yang teralir dari badan. Dalam menyerang dan menghindar, teknik ini mengalirkan tenaga yang deras melalui perpindahan posisi tubuh.
Mematah leher lawan dalam waktu kurang dari 1 detik. Bentuk tanganya dapat digunakan untuk mencakar, memukul, mencengkram, mematah, memanjat, melempar, mendorong, menolak, menarik dan mengunci lawan. Serangan kaki yang dimiliki juga lebih berfariasi, baik untuk posisi merendah ataupun tegak. Dengan sasaran seluruh persendian dan titik lemah lawan, teknik Harimau selalu sigap terhadap serangan balik lawan karena refleks yang dimilikinya.
Teknik Harimau didalami oleh pesilat Perisai Diri yang telah menduduki tingkat minimal Keluarga Strip Hijau Biru. Pada tingkat ini juga diajarkan teknik dasar tangan kosong lawan toya, Serang Hindar tangan kosong lawan pedang dan Solospel pedang satu.
Naga


Naga adalah simbol binatang terkuat dalam beladiri Cina. Bergerak dengan meliukkan tubuhnya seperti ular dan menggunakan ekornya untuk mengibas lawan. Teknik Naga menyatukan energinya dengan pola langkah yang melingkar untuk mematahkan persendian lawan. Energi yang dikeluarkan disalurkan bersamaan dengan moment badan yang bergerak untuk menyerang lawan.
Pada tingkat yang sama, pesilat juga menerima pelajaran pernafasan (Gwa Kang) yang gunanya untuk mengembangkan tenaga yang dimiliki, setelah proses pembentukan otot-otot tubuh yang dimulai dari Tingkat Dasar. Dalam menyerang, teknik ini melumpuhkan lawan dengan sasaran leher dan seluruh persendian. Dalam merusak persendian, teknik ini tidak menggunakan tenaga dari tangan, tetapi lebih mengunakan badannya. Untuk menjatuhkan lawan, Naga memiliki teknik sapuan luar dan dalam yang dikeluarkan pada saat posisi merendah.
Teknik Naga didalami oleh pesilat Perisai Diri yang telah menduduki tingkat minimal Keluarga Strip Biru (Asisten Pelatih). Pada tingkat ini juga diajarkan Serang Hindar tangan kosong lawan senjata dan Solospel pedang dua.
Satria

Setelah menerima pelajaran teknik asli binatang, mulai dari Mliwis hingga Naga, pada tingkat selanjutnya seorang pesilat Perisai Diri akan menerima Teknik Asli manusia. Pada tahap ini, seorang pesilat dianggap telah menguasai inti dari teknik binatang yang telah dipelajarinya.
Satria adalah teknik manusia pertama yang dipelajari pada tingkat selanjutnya. Satria adalah gambaran seseorang yang tegap, dengan refleks yang bagus, gigih, cekatan, berfikir sebelum bertindak dan penuh percaya diri. Begitu pula dengan tekniknya, Satria selalu membusungkan dadanya dan sangat percaya diri untuk menyerang ataupun menerima serangan lawan. Sering kali serangan yang datang tidak dihindari, tetapi langsung dihancurkan dengan menebang, menotok atau menolak. Ini lebih disebabkan oleh hasil pernafasan yang sudah dilatihkan sejak tingkat sebelumnya. Serangan yang dikeluarkan mengarah ke kepala, ulu hati dan persendian tubuh. Serangan kaki yang dikeluarkan mengarah ke 8 penjuru angin : depan, belakang, kiri, kanan dan serong.
Teknik Satria didalami oleh pesilat Perisai Diri yang telah menduduki tingkat minimal Keluarga Strip Biru Merah (Asisten Pelatih).
Pendeta

Diangkat dari Bahasa Jawa, 'pandito' adalah sosok seseorang yang penuh dengan kebijaksanaan, mawas diri, hati yang tunduk dan selalu menuntun orang lain ke jalan yang baik.
Dibandingkan dengan teknik-teknik sebelumnya, Pendeta merupakan teknik yang cenderung untuk tidak memamerkan kekuatan dirinya. Walaupun tenaga yang disalurkan saat menyerang sangat besar, tetapi sikapnya tidak mencerminkan kebuasan dan unjuk diri. Tenaga yang digunakan hanya seperlunya saja dan hanya keluar pada saat menyentuh lawan.
Teknik Pendeta didalami oleh pesilat Perisai Diri yang telah menduduki tingkat minimal Keluarga Strip Merah (Pelatih).
Putri
Putri Bersedia Putri Berhias Putri Teratai Bunga Sepasang









Teknik Putri adalah Teknik Asli tertinggi pada silat Perisai Diri. Teknik ini sangat lembut, tetapi di balik kelembutan tersebut tersimpan tenaga yang sangat deras. Bergerak dengan ringan, tetapi di tengah pergerakan acap kali mengeluarkan serangan yang tidak dapat terlihat oleh lawan. Teknik ini bergerak lembut dengan memadukan teknik pernafasan (Gwa Kang dan Gin Kang) serta pelajaran jalan darah dan energi melalui rasa.
Teknik ini didalami oleh pesilat Perisai Diri yang telah menduduki tingkat minimal Keluarga Strip Merah Kuning (Pelatih).

 

1 comment:

andivhee said...

mas minta tolong emailin tehnik minang sama tehnik mliwisnya dong

Post a Comment